
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Ketersediaan darah di Kabupaten Parigi Moutong masih jauh dari kebutuhan ideal. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong mencatat, daerah ini membutuhkan sekitar 9.000 kantong darah setiap tahun, namun hingga kini jumlah tersebut belum mampu dipenuhi.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Layanan Sosial Kesehatan Masyarakat PMI Parigi Moutong, drg. Andi Nurawalini Cahyani, Sp.KG, saat kegiatan donor darah di Lobi Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (3/2/2026).
“Dengan keterbatasan pelayanan dan partisipasi donor, stok darah kita sangat minim. Bahkan dalam satu kali kegiatan donor darah, maksimal hanya sekitar 10 kantong yang diperoleh dan itu langsung habis terpakai di rumah sakit,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, minimnya stok darah berdampak serius pada layanan kesehatan, terutama di wilayah kecamatan.
Kasus ibu hamil menjadi salah satu yang paling rentan, di mana angka kematian masih tinggi akibat keterlambatan pemenuhan kebutuhan darah.
Selain itu, ketersediaan golongan darah langka seperti AB juga menjadi persoalan tersendiri.
Sementara golongan darah O masih mendominasi pendonor, kebutuhan darah langka sering kali sulit dipenuhi dalam kondisi darurat.
PMI Parigi Moutong berharap dukungan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran donor darah secara rutin demi menjamin keselamatan pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Penulis Berita : Wad
Editor : Wady








