
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sofiana mengatakan, pihaknya mulai memperkuat kesiapan bahan baku pangan lokal seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu.
Hal ini disampaikan, Sofiana saat kegiatan lomba cipta menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Rabu (20/5/2026).
“Kalau seluruh SPPG sudah berjalan, tentu kebutuhan bahan baku seperti telur dan daging ayam akan semakin meningkat,” ujar Sofiana.
Sofiana mengatakan, saat ini terdapat 22 SPPG di Kabupaten Parigi Moutong. Dari jumlah tersebut, 18 SPPG sudah beroperasi, sementara tiga lainnya masih dalam tahap proses.
Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini agar kebutuhan pangan untuk program MBG tetap terpenuhi dan tidak menimbulkan persoalan ketersediaan bahan baku di daerah.
Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan mulai mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai komoditas pangan.
“Kami sudah menyiapkan bibit cabai, terong dan tomat. Jika ada masyarakat atau kecamatan yang ingin memanfaatkan pekarangannya, silakan mengajukan permohonan kepada kami,” katanya.
Sofiana menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung kebutuhan program pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.
Selain itu, pihaknya juga terus mendorong inovasi pengolahan pangan lokal melalui lomba cipta menu MBG berbasis B2SA yang melibatkan Tim Penggerak PKK kecamatan dan pengelola gizi.
Ia menilai, kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi menu sehat dan bergizi sangat penting untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap konsumsi makanan sehat.
“Kami ingin masyarakat mampu menciptakan menu yang sehat, menarik dan bernilai gizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada di sekitar,” ujarnya.
















