
Palu, PUSATWARTA.ID – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu resmi menghentikan Operasi SAR terhadap nelayan yang hilang kontak di Perairan Desa Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Kamis (16/7/2026), setelah pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil.
Korban diketahui bernama Wiranto (28). Ia dilaporkan hilang sejak Sabtu (11/7/2026) setelah memilih tetap memancing meski cuaca mulai memburuk, sementara rekannya lebih dulu kembali ke darat. Hingga sore hari, korban tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan Tim SAR Gabungan pada hari kelima melakukan pencarian dengan dua perahu nelayan yang dibagi dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan cakupan hingga radius 35 nautical mile (Nm) dari lokasi kejadian.
Menurutnya, operasi pencarian menghadapi kendala berupa luasnya area pencarian, cuaca yang berubah-ubah, serta pengaruh arus dan angin di perairan.
Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap melaksanakan pencarian secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel.
Setelah seluruh upaya pencarian tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Tim SAR Gabungan bersama keluarga dan pemerintah desa menggelar musyawarah pada pukul 17.00 Wita.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, operasi SAR resmi dihentikan dan memasuki tahap pemantauan.
Basarnas Palu menegaskan, apabila di kemudian hari terdapat informasi atau petunjuk mengenai keberadaan korban, operasi pencarian akan dibuka kembali sesuai prosedur yang berlaku.
Operasi ini melibatkan Unit Siaga SAR Banggai Laut, BPBD Kabupaten Banggai Laut, Bhabinkamtibmas, aparat setempat, dan masyarakat.
Selama pencarian, tim menggunakan perahu nelayan, peralatan water rescue, navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.
Pada hari terakhir operasi, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 7–26 knot, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter, serta arah angin bertiup dari tenggara.
Basarnas Palu menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan keluarga korban yang telah bekerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian.
















