Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Wabup Abdul Sahid : ASN Mangkir Tes Urine Tetap Dicari

×

Wabup Abdul Sahid : ASN Mangkir Tes Urine Tetap Dicari

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Abdul Sahid tes urine bersama sejumlah ASN di Auditorium, Selasa (21/7/2026). Foto : Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai menggelar tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menjadi pejabat pertama yang menjalani pemeriksaan pada Selasa (21/7/2026), sebelum diikuti pejabat dan ASN lainnya.

Abdul Sahid mengatakan pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Setelah menyasar ASN di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tes urine akan dilanjutkan kepada anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong.

Baca lainnya :  Gerak Jalan HUT ke-24 Parigi Moutong Tekankan Disiplin dan Sportivitas Pelajar

Ia menegaskan pemeriksaan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pembinaan dan pencegahan. Karena itu, ASN yang tidak hadir atau berupaya menghindari pemeriksaan tetap akan ditelusuri.

“Apabila ada ASN yang tidak hadir, tetap akan kami cari. Kami bukan mencari kesalahan, tetapi ingin memperbaiki agar penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Parigi Moutong tidak semakin parah,” tegas Abdul Sahid.

Baca lainnya :  Alumni MAN 1 Palu Angkatan 1994 Gelar Temu Kangen di Pantai Polindolara, Parigi Moutong

Menurutnya, pemerintah akan membedakan penanganan terhadap ASN yang terbukti positif. Pengguna atau korban penyalahgunaan narkoba akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan bersama instansi terkait.

Sedangkan kurir, agen, maupun pengedar akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan.

Selain menyasar ASN dan anggota DPRD, Pemkab Parigi Moutong juga berencana memperluas tes urine ke lingkungan sekolah.

Sebagai tahap awal, dua sekolah akan dijadikan lokasi pengambilan sampel karena peredaran narkoba dinilai mulai mengancam kalangan pelajar.

Baca lainnya :  Polres Parigi Moutong Rilis Data Kasus Sepanjang Tahun 2024

“Peredaran narkoba ini sudah merambat ke anak-anak sekolah. Sebagai sampel, ada dua titik sekolah yang akan kami laksanakan. Harapan kami sekolah-sekolah lain bisa berpikir dan mewaspadai hal tersebut,” ujarnya.

Namun, Abdul Sahid mengakui pelaksanaan tes urine secara menyeluruh di seluruh sekolah masih terkendala keterbatasan anggaran.

Pemkab berharap program tersebut dapat diperluas apabila dukungan anggaran daerah telah tersedia.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *