Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Pemkab Parimo Targetkan Semua Anak Ikuti Prasekolah, Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat

×

Pemkab Parimo Targetkan Semua Anak Ikuti Prasekolah, Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Bund Paud Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga menghadiri sosialisasi di Aula Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (9/9/2026).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai memperkuat program Wajib Belajar 13 Tahun dengan mendorong setiap anak mengikuti pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum masuk jenjang pendidikan dasar.

Program tersebut disosialisasikan Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Rabu (9/9/2026).

Sosialisasi diikuti Pokja Bunda PAUD Kecamatan, pendidik PAUD dan orang tua murid. Program ini diarahkan untuk memastikan tidak ada anak yang melewatkan pendidikan prasekolah akibat kurangnya pemahaman maupun perhatian dari keluarga dan lingkungan.

Baca lainnya :  Uji Coba Sarapan Bergizi Gratis Digelar di SD Inpres Masigi, Parimo

Hestiwati meminta masyarakat mengubah pandangan terhadap PAUD yang kerap dianggap sekadar tempat bermain.

Menurutnya, aktivitas bermain merupakan bagian dari proses belajar anak untuk mengembangkan kemampuan sosial, kemandirian dan kreativitas.

“Jangan lagi melihat PAUD hanya sebagai tempat anak bermain. Pahami bahwa bagi seorang anak, bermain adalah cara mereka belajar bereksplorasi, berinteraksi, dan membangun kemandirian,” tegas Hestiwati.

Baca lainnya :  Viral KDRT di Jalan Umum, Polisi Amankan Pelaku di Siniu, Parigi Moutong

Ia menegaskan keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, Pokja Bunda PAUD, guru, orang tua hingga masyarakat.

Melalui gerakan “Satu Tahun Prasekolah untuk Setiap Anak”, Pemkab Parigi Moutong mendorong pendidikan prasekolah menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang berkualitas.

Baca lainnya :  Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Parigi Ikuti Latihan Evakuasi Gempa dan Tsunami

Hestiwati juga menempatkan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak, sementara guru PAUD diharapkan menghadirkan pembelajaran yang ramah, inklusif dan bebas tekanan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti, serta akademisi sebagai pemateri.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *