
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mencatat penurunan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) dari 13.228 anak pada awal 2026 menjadi 11.892 anak per September 2026.
Penurunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengembalikan anak ke bangku sekolah.
Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, saat kampanye Gerakan Bersama Kembali Anak ke Sekolah di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (20/10/2026).
“Berdasarkan data awal tahun 2026, angka ATS di Parigi Moutong tercatat sebanyak 13.228 anak. Setelah dilakukan verifikasi, validasi, dan pemutakhiran data per September 2026, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 11.892 anak, atau turun sekitar 10 persen,” ujar Sunarti.
Ia menjelaskan, penanganan ATS membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Parigi Moutong telah membentuk Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan ATS Tahun 2026 di bawah kepemimpinan Sekretaris Daerah.
Meski jumlah ATS mengalami penurunan, sebanyak 6.924 anak atau 58,2 persen dari total ATS masih terkonsentrasi di lima kecamatan, yakni Tinombo Selatan, Sidoan, Tinombo, Palasa, dan Tomini.
Verifikasi lapangan terus dilakukan untuk memastikan data dan kondisi anak yang belum bersekolah. Kegiatan tersebut diawali di Kecamatan Tomini pada 16–18 Oktober 2026 dan akan dilanjutkan ke empat kecamatan lainnya.
Sunarti juga menyampaikan bahwa Kabupaten Parigi Moutong menerima penghargaan pada ajang Anugerah Pendidikan Bage Nggabelo 2026 yang diselenggarakan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah pada September lalu.
“Penghargaan tersebut diberikan atas persentase pengembalian anak tidak sekolah ke sekolah pada periode 2025–2026,” ujarnya.
















