
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan melakukan pengukuran kualitas udara untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini disiapkan untuk menentukan penanganan yang tepat, terutama bagi anak-anak sekolah.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengatakan masyarakat perlu mewaspadai kondisi udara dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Warga juga diimbau menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.
“Kelihatan mendung, tapi jangan sangka itu adalah asap. Kita meminta masyarakat membatasi aktivitas yang tidak penting di luar rumah. Jika harus keluar, gunakan masker,” ujar Erwin saat penyerahan bantuan satu unit mobil dapur umum lapangan dari BNPB di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (20/10/2026).
Menurut Erwin, hasil pengukuran kualitas udara akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipasi. Pihaknya juga berencana menggencarkan pembagian masker kepada masyarakat.
Selain langkah perlindungan kesehatan, pemerintah daerah akan mengevaluasi kebutuhan anggaran penanggulangan bencana melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Evaluasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan anggaran yang tersedia mencukupi kebutuhan penanganan.
“Nanti kita tambahkan di BTT. Kita akan evaluasi dan minta laporan dari BPBD, apakah anggaran yang ada saat ini sudah mencukupi atau perlu ditambah,” kata Erwin.
Di sisi lain, bantuan satu unit mobil dapur umum lapangan dari BNPB diharapkan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana.
Erwin juga mengusulkan penambahan program Kampung Siaga Bencana kepada kementerian terkait untuk meningkatkan kapasitas personel mitigasi hingga tingkat desa.
Ia menambahkan, personel yang mendapat pelatihan nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.
















