
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irdan, S.K.M., M.P.H, mengatakan penyusunan dokumen percepatan penurunan angka Kematian Ibu dan Anak (KIA) bertujuan untuk menjadi pedoman pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merencanakan serta melaksanakan program berbasis data dan terukur.
Demikian disampaikan, Irdan saat menyampaikan sambutanya pada kegiatan Lokakarya I yang di gelar Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, bertempat di lantai dua Kantor Bupati, Senin (2/11/2026).
Irdan menjelaskan, dokumen tersebut akan memuat pemetaan kondisi dan penyebab kematian ibu dan anak, sasaran, arah kebijakan, strategi daerah, serta pembagian peran organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa dan mitra nonpemerintah.
Selain itu, dokumen tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh intervensi prioritas ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah, mulai dari RKPD, Renja, KUA-PPAS, RKA hingga DPA.
Penguatan kualitas data, pemantauan, evaluasi dan pelaporan secara berjenjang juga menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen tersebut.
Lokakarya ini melibatkan sejumlah unsur pemerintah provinsi dan kabupaten, pimpinan OPD, camat, kepala puskesmas, bidan, petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), tenaga ahli, organisasi masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun komitmen lintas sektor untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah sulit akses dan kelompok rentan.
Dengan demikian, upaya penurunan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Parigi Moutong dapat dilaksanakan secara terarah, terintegrasi dan berkelanjutan.
















