
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai menyusun dokumen percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak periode 2026–2030 melalui Lokakarya I yang digelar Bappelitbangda, di Kantor Bupati, Senin (2/11/2026).
Sambutan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Krisdaryadi Ponco Nugroho.
Ponco menyebutkan penurunan angka kematian ibu dan anak menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Ia mengungkapkan, angka kematian ibu meningkat dari sembilan kasus pada 2024 menjadi 10 kasus pada 2025. Sementara kematian bayi baru lahir naik dari 54 menjadi 70 kasus pada periode yang sama.
Bahkan, sepanjang 2024 hingga Agustus 2026 tercatat 25 kasus kematian ibu dan 190 kematian anak di bawah lima tahun. Sekitar 86 persen kematian anak terjadi pada masa neonatal atau 28 hari pertama kehidupan.
Menurutnya, sebagian besar kasus kematian ibu dan anak dapat dicegah melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, percepatan sistem rujukan, serta dukungan keluarga.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa hingga masyarakat.
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Parigi Moutong 2025–2029, yakni Parigi Moutong Maju, Mandiri dan Berkelanjutan melalui Gerbang Desa, khususnya misi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
















