Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Unjuk Rasa Tuntut Penutupan Tambang Emas Ilegal di Taopa dan Moutong

×

Unjuk Rasa Tuntut Penutupan Tambang Emas Ilegal di Taopa dan Moutong

Sebarkan artikel ini
Ratusan warga Kecamatan Taopa dan Moutong gelar unjuk rasa penutupan PETI di wilayah mereka.(Foto – Istimewa).

Parigi Moutong,PUSATWARTA.ID – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum kepala Desa di Kecamatan Taopa dan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah berunjuk rasa di Kecamatan Taopa, Selasa (4/2/2025).

Tamrin Hasan dari Forum Kepala Desa di bantaran sungai Taopa dan Moutong dalam orasinya menyampaikan, bahwa unjuk rasa digelar sebagai bentuk protes terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) di Kecamatan Taopa dan Moutong.

Pada kesempatan itu, Forum Kepala Desa menyampaikan delapan poin tuntutan, diantaranya menutup tambang emas ilegal, menindak tegas pelaku pertambangan ilegal, termasuk pihak yang diduga sebagai donatur.

Baca lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Apresiasi Laporan Pansus dan Terima e-Pokir DPRD 2027

Kemudian, meminta Kapolda Sulteng, Danrem, dan Gubernur untuk mengundang serta memproses Kapolsek Moutong dan Taopa, Danramil Moutong, serta Camat Moutong yang diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas PETI tersebut.

Pihaknya juga mendesak tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulteng untuk menyita alat berat yang digunakan dalam aktivitas pertambangan ilegal.

Massa aksi juga menuntut Ketua DPRD Parigi Moutong untuk menindaklanjuti serta menginvestigasi aktivitas pertambangan ilegal di daerah mereka.

Baca lainnya :  Pemkab Parimo Akan Bentuk 278 Koperasi Desa Merah Putih

Meminta Bupati Parigi Moutong untuk memanggil Kepala Desa Mbelang Mbelang, Kecamatan Moutong, yang diduga memberikan izin dan akses bagi alat berat ke lokasi tambang ilegal.

Selain itu, Bupati juga diminta untuk memanggil manajer SPBU Lambunu yang diduga aktif menyuplai bahan bakar ke lokasi tambang ilegal.

Massa aksi mengancam akan menutup ruas jalan Trans Sulawesi apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.

Baca lainnya :  Polres Parigi Moutong Perketat Patroli Malam Minggu

Amli, salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan, aksi ini dilaksanakan sebagai ungkapan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ada di dua wilayah tersebut, khususnya sejumlah wilayah yang ada di bantaran sungai.

“Oleh sebab itu, masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti tuntutan ini,” ujarnya.

Pantauan media ini, unjuk rasa berjalan aman dan damai, berakhir sekitar pukul : 11.30 WITA dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.(wad)

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *