Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Politik

Basuki Soroti Minimnya Kehadiran Pejabat Saat Hujan, DPRD Desak Penanganan Banjir di Parigi

×

Basuki Soroti Minimnya Kehadiran Pejabat Saat Hujan, DPRD Desak Penanganan Banjir di Parigi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki. (Foto – Aswadin/PusatWarta.id).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Muhammad Basuki, menyayangkan sikap pemerintah daerah, khususnya Bupati, Wakil Bupati, dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang dinilai jarang turun langsung ke lapangan saat hujan turun.

Menurut Basuki, kondisi tersebut berdampak pada lambannya penanganan berbagai persoalan yang kerap muncul saat musim hujan, seperti drainase tersumbat hingga air meluap ke permukiman warga.

“Setiap rapat dengar pendapat (RDP) dengan OPD terkait, kami selalu minta agar dilakukan peninjauan lapangan. Bahkan saya sudah menyerahkan dokumentasi, termasuk video, sebagai bukti kondisi di sejumlah titik,” ujar Basuki kepada wartawan di Parigi, Senin (20/4/2026).

Baca lainnya :  RSUD Tinombo Kekurangan Dokter Spesialis, DPRD Soroti Beban Biaya Pasien Miskin

Ia menyebut beberapa lokasi yang kerap mengalami banjir di dalam kota, di antaranya kawasan Jalan Toni Kota, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pramuka, Jalan Ki Hajar Dewantoro, hingga Jalan Uelangga.

Selain itu, persoalan juga terjadi di sekitar rumah sakit, di mana aliran air meningkat signifikan setelah melewati area tersebut.

Basuki menilai, kurangnya kehadiran pejabat saat hujan membuat penanganan masalah tidak maksimal. Ia menegaskan, kondisi di lapangan seringkali berbeda dengan laporan yang diterima di kantor.

Baca lainnya :  Reses di Parimo, Longki Djanggola Ingatkan Anggota DPRD Terima Proposal Melalui Forum Resmi

“Kalau tidak sering turun saat hujan, tentu persepsi akan berbeda. Apalagi di wilayah seperti Bantaya dan kawasan pesisir Kampal, di mana air hujan bertemu dengan air pasang laut, itu butuh perhatian khusus,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah wilayah rawan banjir seperti di kawasan warung Angin Mamiri dan kawasan pantai Kelurahan Maesa yang hingga kini belum tertangani secara optimal, meski persoalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Masalah ini sudah lama, tapi belum ada penyelesaian nyata. Masyarakat sampai kehilangan kepercayaan karena yang terlihat hanya kunjungan, bukan realisasi perbaikan,” katanya.

Baca lainnya :  Soroti Pokir Rp1 Miliar, Husen Mardjengi: Jangan Beri Harapan Palsu ke Masyarakat

Basuki mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, tanpa harus menunggu anggaran besar. Ia menilai penanganan awal tetap bisa dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar kepala daerah dan OPD teknis turun langsung ke lapangan saat hujan, bahkan hingga malam hari, untuk melihat kondisi riil yang dialami masyarakat.

“Saya sarankan, setiap hujan turun, pejabat teknis ikut turun ke lapangan. Lihat langsung bagaimana kondisi warga yang terdampak. Dari situ bisa diambil kebijakan yang tepat,” pungkasnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *