Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Inflasi Mengancam, Pemkab Parigi Moutong Soroti Mahalnya Bawang Merah dan Beras

×

Inflasi Mengancam, Pemkab Parigi Moutong Soroti Mahalnya Bawang Merah dan Beras

Sebarkan artikel ini
Pemkab Parigi Moutong mengikuti Rakor Inflasi Daerah bersama Kemendagri via Zoom Meeting, Senin (27/7/2026).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Kenaikan harga bawang merah hingga mencapai Rp50.000 per kilogram di Pasar Parigi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (27/7/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parigi Moutong, Aswini Dimpel, mengungkapkan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bawang merah masih menjadi komoditas penyumbang inflasi di daerah.

Di Pasar Tolai, harga bawang merah berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah rebus mencapai sekitar Rp45.000 per kilogram.

Baca lainnya :  Libur Tahun Baru, Ratusan Pengunjung Padati Wisata Pantai Nalori Bambalemo

Sementara di Pasar Parigi, harganya telah menembus Rp50.000 per kilogram. Selain bawang merah, Pemkab juga menyoroti harga beras yang telah mencapai sekitar Rp15.000 per kilogram, meski Parigi Moutong merupakan salah satu daerah dengan surplus produksi beras terbesar di Sulawesi Tengah.

Aswini juga mengungkapkan masih adanya kesenjangan harga minyak goreng. Masyarakat di wilayah yang telah memiliki Rumah Pangan Kita (RPK) dapat membeli minyak goreng bersubsidi sekitar Rp16.000 per liter, sedangkan di wilayah Toribulu dan sekitarnya harganya mencapai sekitar Rp22.000 per liter karena belum tersedia RPK.

Baca lainnya :  Pj Bupati Parigi Moutong Menerima Audensi KPP Pratama Palu

“Kita perlu mencari solusi bersama, termasuk menjalin kerja sama dengan daerah penghasil agar pasokan bawang merah maupun beras dapat masuk dengan harga yang wajar. Begitu juga minyak goreng, kita daerah penghasil kelapa, tetapi masyarakat masih membeli minyak dengan harga yang tinggi,” kata Aswini.

Baca lainnya :  RSUD Anuntaloko Parigi Pastikan Program 100 Hari Erwin-Sahid di Bidang Kesehatan Terealisasi

Dalam rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, pemerintah daerah juga diminta kembali mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menekan kenaikan harga pangan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain membahas pengendalian inflasi, rakor turut mengevaluasi kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *