
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Kerusakan jaringan irigasi yang telah berlangsung puluhan tahun menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi masyarakat petani di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.
Kondisi tersebut disampaikan Camat Toribulu, Zulkarnain, kepada Bupati saat kegiatan penyaluran bantuan sembako kepada warga korban banjir di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026).
Zulkarnain mengatakan, kerusakan terutama terjadi pada sejumlah bagian jaringan irigasi, termasuk pintu pembuangan dan pintu pembagi.
Kondisi itu dinilai mengganggu pengelolaan aliran air, khususnya ketika wilayah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi.
“Jaringan irigasi kita, terutama pintu pembuangan dan pintu pembagi, sudah mengalami kerusakan selama beberapa puluh tahun,” kata Zulkarnain.
Menurutnya, ketika curah hujan tinggi, kerusakan pada pintu-pintu irigasi tersebut menyebabkan aliran air meluap ke saluran milik petani. Bahkan, luapan air dapat menggenangi badan jalan di sekitar wilayah pertanian.
Persoalan itu menjadi perhatian karena Kecamatan Toribulu memiliki potensi lahan sawah dan sektor pertanian yang cukup luas. Namun, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal apabila infrastruktur pendukung pertanian masih mengalami kerusakan.
Zulkarnain berharap pemerintah kabupaten dapat melihat langsung kondisi jaringan irigasi tersebut, terutama di wilayah Desa Sienjo, Desa Toribulu dan Desa Toribulu Selatan.
“Kami sangat berharap pimpinan daerah bisa datang langsung melihat kondisi irigasi yang ada di wilayah kami, khususnya yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat petani,” ujarnya.
Ia menilai peninjauan langsung diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi infrastruktur di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Potensi pertanian kita sangat luas, tetapi infrastruktur irigasi ini perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
















