Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Bupati Parimo dan Disdikbud Berhasil Perjuangkan 25 SD Masuk Program Revitalisasi 2026

×

Bupati Parimo dan Disdikbud Berhasil Perjuangkan 25 SD Masuk Program Revitalisasi 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Manajemen SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim. (Foto : Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Keberhasilan Kabupaten Parigi Moutong memperoleh alokasi 25 sekolah dasar (SD) dalam Program Revitalisasi Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Keberhasilan disebut tidak terlepas dari hasil audiensi Bupati Parigi Moutong bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Audiensi tersebut dihadiri Bupati Parigi Moutong didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bidang Manajemen SD, serta Kepala Bidang SMP.

Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah memaparkan kebutuhan revitalisasi sekolah sekaligus memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang dipersyaratkan pemerintah pusat, termasuk kelengkapan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan kesiapan lokasi sekolah.

Baca lainnya :  Sunarti Soroti Masih Ada Kecamatan Absen di FLS3N SD Parigi Moutong 2026

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditetapkannya 25 SD di Parigi Moutong sebagai penerima Program Revitalisasi Tahap I Tahun 2026. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi salah satu alokasi terbanyak di Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam memperjuangkan usulan revitalisasi sekolah.

“Ini sangat luar biasa. Tahun ini kita memperoleh 25 sekolah untuk Tahap I 2026, naik dua kali lipat dibanding tahun 2025. Banyak daerah lain hanya mendapatkan 5 sampai 15 sekolah, bahkan ada yang tidak memperoleh alokasi sama sekali,” kata Ibrahim, Minggu (2/8/2026).

Baca lainnya :  Disdikbud Parimo Siap Rekrut Siswa dan Guru untuk Sekolah Rakyat, Berkolaborasi dengan Dinsos

Ia menjelaskan, dari total 25 sekolah penerima program, dua merupakan sekolah reguler kategori terpencil, yakni SDK Ogolau dan SD Bainaa Barat.

Sementara 23 sekolah lainnya berasal dari usulan APBN Perubahan Tahap I, terdiri atas dua sekolah melalui jalur aspirasi dan 21 sekolah hasil usulan Disdikbud yang berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Menurut Ibrahim, seluruh sekolah telah ditetapkan sebagai penerima program. Sebagian di antaranya telah memasuki tahap kontrak dan tinggal menunggu penyaluran anggaran untuk pelaksanaan pekerjaan fisik.

Baca lainnya :  Korwil Pendidikan Kasimbar Monitoring Pelaksanaan UAS SD

“Secara administrasi sudah selesai. Kita tinggal menunggu realisasi anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi di 25 sekolah tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, Disdikbud Parigi Moutong masih terus melakukan pemetaan dan verifikasi terhadap sekolah-sekolah lain untuk diusulkan pada APBN Perubahan Tahap II Tahun 2026. Salah satu yang sedang diproses adalah SDK Ogomojolo di Kecamatan Palasa.

Untuk memperkuat usulan tersebut, Ibrahim dijadwalkan mengikuti verifikasi teknis bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Makassar pada Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan verifikasi regional bagi usulan revitalisasi sekolah dari wilayah Sulawesi.

Example 728x90
Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *