Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Sumber Air Hancur Diterjang Banjir, 350 KK Toboli Barat Parigi Moutong Kekurangan Air Bersih

×

Sumber Air Hancur Diterjang Banjir, 350 KK Toboli Barat Parigi Moutong Kekurangan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase di dampingi sejumlah Kepala OPD meninjau lokasi sumber air yang rusak di terjang banjir beberapa hari lalu.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Banjir yang melanda Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, tidak hanya merendam permukiman dan lahan warga, tetapi juga merusak sumber air bersih utama yang selama ini melayani kebutuhan masyarakat.

Akibat kerusakan tersebut, sekitar 350 kepala keluarga (KK) terdampak dan kini mengalami kekurangan air bersih.

Kondisi itu menjadi perhatian utama Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Toboli Barat, Kamis (27/8/2026).

Bupati langsung menginstruksikan penyediaan air bersih darurat bagi warga melalui distribusi menggunakan tangki dan tandon sebagai langkah penanganan sementara.

“Langkah paling penting dan pertama yang harus kita pikirkan adalah penyiapan air bersih secara darurat bagi masyarakat. Tadi tercatat sekitar 350 kepala keluarga yang terdampak dan saat ini kekurangan air bersih. Hari ini juga kita siapkan tangki-tandon dan pasokan air bersih untuk sementara waktu,” ujar Erwin.

Baca lainnya :  Gerakan Tanam Jagung Serentak, Polres- Pemkab Parimo Dukung Swasembada Pangan

Menurut Erwin, sumber air bersih utama yang melayani Desa Toboli Barat mengalami kerusakan total akibat diterjang banjir. Pemerintah daerah kini menyiapkan alternatif sumber air yang lokasinya tidak jauh dari desa dan dinilai memiliki debit yang memadai.

Pihaknya kata dia, akan meminta tim teknis Dinas PUPRP segera melakukan perhitungan dan perencanaan pembangunan sumber air alternatif tersebut.

Rencana penanganan mencakup pembangunan reservoir serta penggantian jaringan pipa apabila diperlukan. Pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan.

Baca lainnya :  Aparat Gabungan Tertibkan PETI di Kasimbar, Enam Mesin Alkon Diamankan

“Kita akan minta tim teknis dari Dinas PUPRP segera menghitung dan merancang pembangunannya. Insya Allah bisa segera dilaksanakan. Pembangunannya mencakup reservoir dan penggantian pipa jika diperlukan. Target penyelesaiannya kita usahakan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan,” jelasnya.

Selain krisis air bersih, banjir juga berdampak terhadap perkebunan warga yang berada di sekitar aliran sungai. Air yang meluap terlihat merendam sejumlah kebun masyarakat.

Bupati meminta perangkat daerah terkait segera melakukan pendataan terhadap kerusakan dan potensi kerugian sektor perkebunan. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk penanganan dan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

“Saat ini belum ada data pasti kerusakan, namun terlihat air sungai melebar dan merendam kebun-kebun di pinggiran aliran. Kita minta Dinas terkait segera mendata agar dapat disusun langkah penanganan dan bantuan yang sesuai kebutuhan,” tegas Erwin.

Baca lainnya :  Tekan Kekurangan Gizi Anak, Dapur MBG di Sausu Mulai Beroperasi

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas PUPRP Moh. Aflianto, Kepala Pelaksana BPBD Moh. Rivai, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Darlin, Plt. Kepala Dinas TPHP Dadan Priatna, Kepala Satpol PP dan Damkar Ismet, Plt. Kepala Dinas Kominfo Hairudin, Camat Parigi Utara Muhtar, serta Kepala Desa Toboli Barat Jumran.

Erwin meminta seluruh unsur terkait bergerak secara terpadu dan mempercepat penanganan dampak banjir. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Example 728x90
Penulis: Sumber : Diskominfo Parigi MoutongEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *