Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Tiga Tahun Tanpa Air Bersih, Warga Perumahan Nelayan Sausu Peore Mengeluh

×

Tiga Tahun Tanpa Air Bersih, Warga Perumahan Nelayan Sausu Peore Mengeluh

Sebarkan artikel ini
Perumahan nelayan di Desa Sausu Peore.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Warga Perumahan Nelayan di Desa Sausu Peore, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut sudah dirasakan warga sejak beberapa tahun terakhir karena tidak adanya sumber air bersih di kawasan perumahan tersebut.

Salah seorang warga, Asra, mengatakan dirinya bersama warga lainnya telah tinggal di perumahan nelayan itu selama kurang lebih tiga tahun dan hingga kini masih kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami sudah tiga tahun tinggal di perumahan nelayan ini dan sulit mendapatkan air bersih,” ujar Asra kepada wartawan, Minggu (22/3/2026).

Baca lainnya :  Hari Angkutan Nasional, Dishub Sebut Jumlah Angkutan Umum di Parigi Moutong Terus Berkurang

Ia menjelaskan, selama ini warga hanya mengandalkan air dari Sungai Sausu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, mereka membeli mesin pompa air atau dap air untuk menyedot air dari sungai.

Namun, tidak semua warga mampu memiliki peralatan tersebut sehingga sebagian harus meminta bantuan atau mengambil air dari tetangga yang memiliki mesin pompa.

“Terkadang kami hanya numpang ambil air pada tetangga yang punya mesin pompa air,” katanya.

Baca lainnya :  Tim SAR Dikerahkan Cari Warga Hilang di Sungai Torue, Parigi Moutong

Menurut Asra, kondisi sulitnya mendapatkan air bersih membuat sebagian warga memilih meninggalkan perumahan nelayan tersebut, terutama mereka yang memiliki rumah lain di luar kawasan itu.

“Saat ini perumahan sudah mulai sepi karena banyak warga yang keluar. Rata-rata mereka yang punya rumah lain memilih pindah,” tuturnya.

Sementara itu, warga yang masih bertahan di perumahan nelayan merupakan mereka yang tidak memiliki tempat tinggal lain.

Saat ini, jumlah warga yang tersisa di kawasan tersebut hanya sekitar 10 kepala keluarga.

Baca lainnya :  Ogoh-Ogoh Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda di Parigi Moutong

Selain sulit didapatkan, kualitas air sungai dan air tanah yang diambil dengan mesin pompa air juga dikeluhkan warga karena dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Airnya licin, terasa asin, dan sabun juga tidak berbusa ketika digunanakan mencuci maupun mandi,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan solusi terhadap permasalahan air bersih di kawasan Perumahan Nelayan Desa Sausu Peore.

Example 728x90
Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *