Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Tak Hanya Suku Lokal, GAMPIRI Dibuka untuk Semua Budaya di Parigi Moutong

×

Tak Hanya Suku Lokal, GAMPIRI Dibuka untuk Semua Budaya di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Pamong Budaya Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Muhamad Taufan.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Festival Gelar Budaya Masyarakat Parigi Moutong (GAMPIRI) tahun 2026 dirancang menjadi ajang budaya yang inklusif dengan melibatkan berbagai komunitas lintas etnis dan budaya di Kabupaten Parigi Moutong.

Tidak hanya menampilkan budaya empat suku utama seperti Kaili, Lauje, Tajio, dan Tialo, festival ini juga membuka ruang bagi budaya dari Gorontalo, Bali, Jawa, Bugis, dan komunitas lainnya.

Baca lainnya :  PAUD Jadi Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun di Parigi Moutong

Pamong Budaya, Muhammad Taufan, menegaskan bahwa konsep multikultur menjadi arah pengembangan festival ke depan.

“Siapa saja boleh tampil. Ini bukan hanya milik satu kelompok, tapi menjadi panggung bersama untuk semua budaya yang ada di Parigi Moutong,” kata Muhamad Taufan, kepada wartawan di Parigi belum lama ini.

Baca lainnya :  Wujudkan Pendidikan Dasar Berkualitas, Parigi Moutong Perkuat SPM

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat, sekaligus memperkaya khazanah budaya daerah melalui pertukaran ekspresi seni.

Ia menambahkan, dengan konsep tersebut, GAMPIRI diharapkan menjadi ikon festival budaya yang merepresentasikan keberagaman Parigi Moutong.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *