
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Festival Gelar Budaya Masyarakat Parigi Moutong (GAMPIRI) tahun 2026 dirancang menjadi ajang budaya yang inklusif dengan melibatkan berbagai komunitas lintas etnis dan budaya di Kabupaten Parigi Moutong.
Tidak hanya menampilkan budaya empat suku utama seperti Kaili, Lauje, Tajio, dan Tialo, festival ini juga membuka ruang bagi budaya dari Gorontalo, Bali, Jawa, Bugis, dan komunitas lainnya.
Pamong Budaya, Muhammad Taufan, menegaskan bahwa konsep multikultur menjadi arah pengembangan festival ke depan.
“Siapa saja boleh tampil. Ini bukan hanya milik satu kelompok, tapi menjadi panggung bersama untuk semua budaya yang ada di Parigi Moutong,” kata Muhamad Taufan, kepada wartawan di Parigi belum lama ini.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat, sekaligus memperkaya khazanah budaya daerah melalui pertukaran ekspresi seni.
Ia menambahkan, dengan konsep tersebut, GAMPIRI diharapkan menjadi ikon festival budaya yang merepresentasikan keberagaman Parigi Moutong.
















