
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Faisan Lelo Badja, memastikan sejumlah aspirasi pembangunan warga Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat, akan dikawal melalui lembaga legislatif.
Hal itu disampaikan Faisan saat menggelar reses di kawasan wisata Air Vatu Matando, Sabtu (8/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya masyarakat dan pemerintah desa aktif mengusulkan kebutuhan pembangunan melalui mekanisme perencanaan dari bawah.
“Tanpa usulan dari bawah, program pembangunan desa akan sulit terealisasi. DPRD bertugas mengawal aspirasi tersebut agar dapat masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) maupun berkolaborasi dengan hasil Musrenbang,” ujar Faisan.
Sejumlah program menjadi perhatian dalam reses tersebut. Faisan menyebut usulan sekitar 50 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi warga yang memenuhi persyaratan sebagai salah satu program yang akan didorong.
Selain sektor perumahan, ia juga menyampaikan rencana pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk sekitar 50 siswa Sekolah Dasar (SD).
Di bidang infrastruktur, Faisan menyatakan akan mendorong proposal lanjutan pembangunan jembatan gantung desa yang dinilai penting bagi kebutuhan masyarakat.
Ia juga mendorong Pemerintah Desa Parigimpu’u berkomunikasi terkait penyediaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Tak hanya itu, Faisan mengingatkan pemerintah desa untuk membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terkait kesiapan lahan untuk rencana pembangunan Asrama Tentara/Korem pada 2027.
Menurut Faisan, seluruh aspirasi tersebut harus dikawal sejak tahap perencanaan agar memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam program pembangunan.
Ia menegaskan reses bukan sekadar forum menyampaikan keluhan, tetapi menjadi bagian dari proses mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan pemerintah.
“Reses ini sangat penting dihadiri oleh masyarakat. Aspirasi dari bawah harus dikawal agar dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan,” tegasnya.
















