Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Kemarau Mengancam, Parigi Moutong Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

×

Kemarau Mengancam, Parigi Moutong Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
BPBD Kabupaten Parigi Moutong saat menggelar Rakor lintas sektor bahas kekeringan dan Karhutla, Rabu (26/8/2026).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla untuk wilayah Kecamatan Palasa hingga Kecamatan Moutong.

Ancaman tersebut semakin serius karena sejumlah wilayah di bagian utara Parigi Moutong masih belum diguyur hujan di tengah musim kemarau.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (26/8/2026).

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, secara virtual dan diikuti unsur TNI, BMKG Palu, pemerintah kecamatan dan desa, Forkopimda serta organisasi perangkat daerah terkait.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Moh. Rivai, mengatakan status siaga darurat diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kemarau yang mulai dirasakan masyarakat.

Baca lainnya :  Dua Korban Longsor di Gunung Talenga Berhasil Dievakuasi, Lima Masih Tertimbun

“Untuk Kabupaten Parigi Moutong, kita menetapkan siaga darurat kekeringan dan karhutla dari wilayah Kecamatan Palasa sampai Kecamatan Moutong, karena sampai saat ini belum turun hujan,” ujar Rivai.

Pemkab kini mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat, terutama dalam memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Zulfinasran meminta seluruh mobil tangki yang tersedia disiagakan untuk mendistribusikan air ke wilayah yang mengalami kekeringan.

“Segera ke titik-titik wilayah yang mengalami kekeringan. Standby-kan semua mobil tangki yang bisa menyuplai air bersih. Gunakan seluruh kekuatan yang ada untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Baca lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Targetkan Tahun 2025 50 Bidang Aset Pemerintah Akan Disertifikatkan

Tak hanya air bersih, sektor pertanian juga mulai dipetakan. Perangkat daerah terkait diminta mendata lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan, termasuk luas areal dan produksi yang terancam.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum melalui bidang Cipta Karya dan Sumber Daya Air diminta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk penyediaan pompa air guna membantu memenuhi kebutuhan jaringan irigasi.

Ancaman kemarau juga menjadi perhatian sektor kesehatan dan pangan. Dinas Kesehatan diminta meningkatkan pemantauan terhadap penyakit yang berpotensi muncul akibat kekeringan, sedangkan Dinas Ketahanan Pangan diminta mengantisipasi dampak terhadap produksi dan ketersediaan pangan.

Dari sisi cuaca, BMKG mengingatkan September merupakan salah satu periode puncak musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.

Baca lainnya :  DKP Parigi Moutong Klarifikasi Dugaan Mark Up Proyek Rehabilitasi Pabrik Es

Taufiq Hidayah dari BMKG menyebut sejumlah wilayah selatan Parigi Moutong masih berpeluang diguyur hujan hingga sekitar 29 Agustus. Namun, kondisi diperkirakan kembali lebih kering mulai 1 September.

Wilayah utara menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian lebih. Potensi karhutla dinilai masih cukup tinggi di Palasa, Tinombo, Bolano, Moutong dan wilayah sekitarnya.

Dengan demikian, Pemkab Parigi Moutong kini memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor untuk mencegah ancaman tersebut berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Distribusi air bersih, perlindungan lahan pertanian, penyediaan air irigasi, pemantauan kesehatan, penguatan ketahanan pangan hingga pencegahan karhutla menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *