Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

BPBD Parigi Moutong Pulihkan Air Bersih dan Tangani 10 Rumah Terdampak Banjir Avolua

×

BPBD Parigi Moutong Pulihkan Air Bersih dan Tangani 10 Rumah Terdampak Banjir Avolua

Sebarkan artikel ini
Personel BPBD Kabupaten Parigi Moutong melakukan pembersihan di rumah warga Desa Avolua yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. (Foto : Pusdalops BPBD Parigi Moutong).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus mempercepat pemulihan pascabanjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan sebagian besar jaringan air bersih telah kembali tersambung ke rumah warga, termasuk di kawasan perkampungan nelayan.

“Air sudah tersambung dan sudah mengalir ke rumah-rumah penduduk, termasuk ke perkampungan nelayan. Kalau masih ada beberapa rumah yang alirannya terputus, kami usahakan besok bisa kami sambungkan kembali,” kata Rivai di Posko Bencana, Minggu (30/8/2026).

Baca lainnya :  BKPSDM Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Pelantikan Tunggu SKP

Selain pemulihan air bersih, BPBD menangani sekitar 10 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir. Kerusakan terutama terjadi pada dinding dan bagian rumah yang terdampak material banjir.

Pembersihan bagian dalam rumah secara umum telah selesai. Namun, material di luar rumah masih membutuhkan alat berat karena tidak dapat seluruhnya dibersihkan secara manual.

“Secara umum dalam rumah itu sudah bersih semua. Cuma memang di bagian luar rumah itu tidak bisa di-skop manual. Makanya alat berat tetap di sini,” ujarnya.

Satu rumah mendapat penanganan khusus karena posisinya lebih rendah dari badan jalan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPRP setempat untuk menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan penimbunan.

Baca lainnya :  Penemuan Mayat Gegerkan Warga Jalan Telkom Parigi

Di sisi lain, sebagian warga masih bertahan di pengungsian meski rumah mereka tidak mengalami kerusakan berat. Faktor kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pascabanjir menjadi salah satu alasan warga belum kembali.

BPBD tetap melayani warga di lokasi pengungsian dan memberikan pemahaman mengenai kondisi terkini.

Untuk mendukung pemulihan, BPBD juga menyiapkan bantuan peralatan dapur bagi warga dengan rumah yang mengalami kerusakan berat.

Baca lainnya :  150 Hektare Sawah Terendam Banjir di Parimo, 10 Hektare Dipastikan Gagal Panen

Rivai menyebut personel di lokasi mulai dikurangi secara bertahap karena pekerjaan utama hampir selesai. Namun, pembersihan material menggunakan ekskavator masih diperlukan di sejumlah titik.

“Kalau kami lihat sekarang, pekerjaan ini sudah hampir selesai. Tinggal pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan alat ekskavator, terutama di rumah-rumah penduduk,” ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan dasar warga terdampak tetap dipenuhi melalui dukungan sejumlah OPD, termasuk penyediaan air bersih dan makanan siap saji.

“Untuk makanan siap saji tetap kami salurkan kepada masyarakat di sini,” ujarnya.

Example 728x90
Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *