Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Gorong-gorong Dinilai Jadi Pemicu Banjir Avolua, Bupati Parimo Dorong Penanganan Permanen

×

Gorong-gorong Dinilai Jadi Pemicu Banjir Avolua, Bupati Parimo Dorong Penanganan Permanen

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase didampingi, Plt. Kalak BPBD, Camat Parigi Utara, Kades Avolua dan sejumlah kepala OPD meninjau aliran sungai yang meluap saat banjir bandang menerjang Desa Avolua beberapa waktu lalu, Sabtu (5/9/2026). Foto : Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menyoroti kapasitas gorong-gorong pada jembatan penyeberangan di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, yang dinilai menjadi salah satu penyebab meluapnya air sungai hingga menggenangi permukiman warga.

Menurut Erwin, ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil membuat aliran air tidak mampu menampung debit saat hujan deras. Kondisi tersebut diperparah dengan material yang terbawa arus banjir hingga menyumbat saluran.

“Gorong-gorongnya terlalu kecil sehingga material banjir tersumbat dan air meluap. Saya sudah minta Kepala Desa dan Camat segera bersurat agar kita dorong ke Balai Jalan untuk penanganan permanen secepatnya,” tegas Erwin.

Baca lainnya :  Program Genting Diharapkan Bisa Menekan Penurunan Angka Stunting di Parimo

Erwin mengatakan, infrastruktur jalan dan jembatan di lokasi tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mendorong solusi permanen terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika banjir terjadi, tetapi perlu diarahkan pada pembenahan infrastruktur agar risiko genangan serupa dapat diminimalkan saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Selain persoalan infrastruktur, Erwin turut menjelaskan kondisi cuaca yang terjadi di sejumlah wilayah Parigi Moutong.

Baca lainnya :  31 Peserta Positif Tes Urine di Parigi Moutong, 28 ASN dan Tiga Pelajar

Berdasarkan data BMKG yang disampaikannya, ketika sebagian besar wilayah Indonesia dan Sulawesi Tengah memasuki musim kemarau dan menghadapi ancaman kekeringan, sejumlah wilayah Parigi Moutong justru mengalami hujan deras.

Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi fenomena belokan arah angin atau wind shear yang menyebabkan penumpukan awan hujan di wilayah tertentu.

“Ada tikungan angin di atas wilayah Parigi Utara hingga Kasimbar yang memicu penumpukan awan hujan. Akibatnya daerah lain kekeringan, kita di sini justru kena banjir,” terangnya.

Baca lainnya :  42.306 Warga Miskin di Parigi Moutong Akan Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Kondisi cuaca tersebut, kata Erwin, terjadi secara ekstrem dan tidak merata. Ketika wilayah Avolua hingga Laemanta terdampak banjir, sejumlah wilayah di bagian utara Parigi Moutong, seperti Moutong, justru mulai menghadapi persoalan kekurangan air bersih.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Parigi Moutong mengambil langkah berbeda sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Untuk kawasan yang terdampak banjir, pemerintah fokus pada penanganan dampak dan pemulihan warga.

Sementara di wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih, pemerintah memobilisasi armada tangki air dan tandon untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *