Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Buka DAD dan BA, PWM Sulteng Dorong Rekayasa Sosial dan Pendirian Unismuh Parigi Moutong

×

Buka DAD dan BA, PWM Sulteng Dorong Rekayasa Sosial dan Pendirian Unismuh Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua PWM Sulteng, Ikbal Bungaadjim, S.Pdi, M.Si saat membuka kegiatan DAD dan BA di Gedung SMK Muhammadiyah, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kamis (17/9/2026). Foto : Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah mendorong penguatan kader dan social engineering atau rekayasa sosial sebagai bagian dari upaya membangun peradaban serta mempersiapkan pendirian Universitas Muhammadiyah di Kabupaten Parigi Moutong.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PWM Sulteng, Ikbal Bungaadjim, S.Pd., M.Si., saat membuka kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) dan Baitul Arqam (BA) di Gedung SMK Muhammadiyah, Kecamatan Parigi Tengah, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan perkaderan tersebut mengusung tema “Satukan Negeri Dalam Islam yang Berkelanjutan.”

Dalam pengarahannya, Ikbal mengatakan gerakan Muhammadiyah harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Menurutnya, proses perkaderan merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan gerakan Muhammadiyah di masa mendatang.

“Hidup ini memang perlu direkayasa, engineering dan empowering. Tidak bisa kita biarkan berjalan begitu saja. Apa yang kita lakukan hari ini melalui perkaderan adalah bagian dari menyiapkan masa depan peradaban Muhammadiyah di Parigi Moutong,” ujar Ikbal.

Ia juga menyinggung kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Parigi Moutong yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian.

Baca lainnya :  Bupati Parimo Audiensi dengan BPK Sulteng, Perkuat Tata Kelola Keuangan

Berdasarkan pengalamannya berkiprah selama puluhan tahun di daerah tersebut, termasuk di lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu, Ikbal menilai persoalan pendidikan dan kesadaran kritis masyarakat menjadi bagian penting yang perlu dibenahi.

Menurut Ikbal, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi salah satu perhatian dalam membangun sumber daya manusia di Parigi Moutong. Karena itu, keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

“Kami yakin betul, dengan pengorbanan dan kerja keras, Universitas Muhammadiyah Parigi Moutong akan berdiri dan dinikmati oleh masyarakat luas. Kalian yang ada di sini adalah calon-calon penggerak dan dosennya kelak,” tegasnya.

Selain penguatan akademik, Ikbal menggarisbawahi pentingnya pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi kader.

Menurutnya, pemahaman keislaman tidak hanya menjadi bekal dalam kehidupan beragama, tetapi juga dapat menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Pada kesempatan itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti proses perkaderan dengan tekun dan sungguh-sungguh.

“Kami tidak sedang mengajarkan sesuatu yang keliru, kami sedang berikhtiar mengubah masa depan. Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Baca lainnya :  Bupati Parigi Moutong: Guru Punya Peran Strategis dalam Pembangunan SDM

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Parigi Moutong, Drs. Hamdja Dae Madjadja, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk memprakarsai pendirian Universitas Muhammadiyah di daerah tersebut.

Menurut Hamdja, cita-cita tersebut membutuhkan keterlibatan generasi muda sejak tahap awal. Para kader yang mengikuti kegiatan perkaderan diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut mengambil bagian dalam proses lahirnya perguruan tinggi Muhammadiyah di Parigi Moutong.

“Kehadiran Anda di sini sebagai pelopor berdirinya Unismuh di Kabupaten Parigi Moutong. Nama-nama Anda akan tercatat sebagai konseptor lahirnya Unismuh,” tegas Hamdja.

Hamdja menekankan bahwa masa depan memang belum diketahui, tetapi dapat dipersiapkan dan dirancang melalui kerja keras serta proses yang berkesinambungan.

Ia juga mengajak kader Muhammadiyah memahami Islam tidak hanya dari sisi tekstual dan keagamaan, tetapi juga sebagai ilmu pengetahuan dan peradaban.

“Kita belajar Islam sebagai agama, plus Islam sebagai pengetahuan dan peradaban,” ujarnya.

Hamdja mencontohkan Martin Lings, tokoh asal Inggris yang dikenal melalui karya-karyanya mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW.

Baca lainnya :  Fraksi NasDem Soroti APBD Parimo 2026 Masih Bergantung pada Dana Pusat

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kajian Islam dapat berkembang melalui pendekatan akademis, sejarah, dan ilmu pengetahuan.

PDM Parigi Moutong menyiapkan dua target dalam penguatan gerakan Muhammadiyah di daerah. Dalam jangka pendek, target diarahkan pada pembentukan kepengurusan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Parigi Moutong.

Sementara dalam jangka panjang, Muhammadiyah mendorong terwujudnya Universitas Muhammadiyah Parigi Moutong.
Hamdja menyebut pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari rencana tersebut.

Para kader muda diharapkan melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doktor, kemudian kembali untuk berkontribusi sebagai dosen maupun penggerak perguruan tinggi tersebut.

Mengutip sejarawan Prof. Anhar Gonggong, Hamdja mengatakan berdialog dengan pelajar dan mahasiswa sama halnya dengan berdialog dengan masa depan.

Ia berharap kader muda Muhammadiyah Parigi Moutong mampu mengambil peran dalam membangun pendidikan dan peradaban di daerah.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palu Kampus Parigi dari semester satu, tiga, lima, dan tujuh.

Example 728x90
Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *