
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Proyek pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai sekitar Rp2 miliar di Kabupaten Parigi Moutong mendapat sorotan DPRD.
Pasalnya, pemasangan lampu jalan baru dinilai belum merata dan masih bercampur dengan lampu lama.
Sorotan tersebut disampaikan anggota DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki, dalam rapat Paripurna DPRD Parigi Moutong, Selasa (11/8/2026).
Basuki mengapresiasi pelaksanaan teknis proyek yang menurutnya telah berjalan dengan baik. Namun, ia mempertanyakan pola pemasangan PJU baru yang dinilainya belum memberikan pencahayaan secara optimal di sejumlah ruas jalan dalam kota.
Menurutnya, posisi pemasangan lampu baru terlihat tidak beraturan karena masih diselingi dengan lampu lama.
“Pemasangan PJU yang baru itu tidak menentu di bagian jalan mana saja. Jadi pencahayaannya tidak merata, ada lampu baru, lampu lama, lalu lampu baru lagi,” ujar Basuki.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 tersebut menilai pola pemasangan seperti itu perlu dievaluasi agar anggaran yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Basuki mengusulkan agar pemerintah daerah ke depan menerapkan pola penggantian PJU secara menyeluruh dalam satu ruas jalan.
Menurutnya, lampu lama sebaiknya dilepas terlebih dahulu sebelum seluruh titik pada ruas tersebut dipasangi PJU baru.
Dengan pola tersebut, kualitas pencahayaan dapat lebih merata sekaligus memudahkan pemerintah melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap daya tahan lampu yang telah dipasang.
“Usulan saya ke depan, apabila ada pengadaan atau pergantian PJU lagi, kalau bisa yang lama dibuka dulu dan diganti baru secara menyeluruh,” tegasnya.
Basuki mengatakan, pola tersebut juga penting untuk mengukur efektivitas pengadaan PJU. Pemerintah dapat dengan mudah melihat kualitas dan ketahanan lampu baru setelah dipasang secara seragam dalam satu kawasan.
“Dengan begitu, kita bisa mengevaluasi apakah pengadaan lampu baru ini benar-benar tahan lama atau hanya bertahan sebentar,” ujarnya.
















