Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Politik

Enam Rekomendasi Pansus DPRD Parigi Moutong: Dari PAD hingga Pengawasan Bansos

×

Enam Rekomendasi Pansus DPRD Parigi Moutong: Dari PAD hingga Pengawasan Bansos

Sebarkan artikel ini
Anggota Pansus DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki saat menyampaikan laporan hasil evaluasi Gubernur Sulteng terhadap Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2025, Senin (31/8/2026). Foto : Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — DPRD Kabupaten Parigi Moutong mendorong Pemerintah Kabupaten memperkuat transparansi, efisiensi, dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dorongan itu disampaikan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Parigi Moutong melalui laporan hasil pembahasan evaluasi Gubernur Sulawesi Tengah terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Laporan tersebut disampaikan anggota Pansus, Muhammad Basuki, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong di ruang rapat DPRD, Senin (31/8/2026).

Meski menyetujui hasil evaluasi Gubernur Sulawesi Tengah, Pansus memberikan enam catatan strategis dan rekomendasi yang dinilai penting untuk segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Baca lainnya :  Korban Banjir Sibalago Masih Tinggal di Huntara, DPRD Parigi Moutong Soroti Minimnya Penanganan

Pertama, peningkatan PAD. Pemerintah daerah diminta melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah dengan tetap mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat.

“Upaya meningkatkan pendapatan, tidak boleh membebani sektor riil,” tegasnya.

Kedua, memperluas transaksi non-tunai. Pansus mendorong penggunaan QRIS dan e-channel dalam seluruh sistem penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Digitalisasi transaksi dinilai dapat memperkuat transparansi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan.

Baca lainnya :  DPRD Parigi Moutong Kawal KUA-PPAS 2027, Cegah Defisit dan “Anggaran Siluman”

Ketiga, efisiensi belanja. Pemerintah daerah diminta meningkatkan efisiensi, khususnya pada belanja barang dan jasa.

Anggaran harus diarahkan pada program dan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keempat, memperkuat pengawasan infrastruktur. Pekerjaan fisik seperti jalan, irigasi, dan gedung harus memenuhi kelayakan teknis serta mengedepankan prinsip tepat waktu dan tepat mutu. Pansus juga menekankan agar pembangunan memiliki manfaat jangka panjang.

Kelima, memperketat verifikasi hibah dan bansos. Proses verifikasi penerima bantuan hibah dan bantuan sosial harus dilakukan secara transparan dan berkeadilan.

Baca lainnya :  Proyek Strategis Nasional Disorot, Sutoyo Pertanyakan Tindak Lanjut di Paripurna

Hal ini kata dia, penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mencegah potensi persoalan hukum.

Keenam, mengoptimalkan SiLPA. Pansus meminta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) pada APBD berikutnya diprioritaskan untuk kebutuhan yang mendesak, terutama penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, serta penanganan infrastruktur.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *