Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Dari Sekolah, Dinas Ketahanan Pangan Parimo Gaungkan B2SA dan Stop Boros Pangan

×

Dari Sekolah, Dinas Ketahanan Pangan Parimo Gaungkan B2SA dan Stop Boros Pangan

Sebarkan artikel ini
Dinas Ketapang foto bersama siswa-siswi SD Inpres Masigi usai menggelar sosialisasi B2SA dan Kampanye Stop Boros Pangan, di SD Inpres Masigi, Jumat (4/9/2026). Foto – Aswadin/PusatWarta.id

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, menerapkan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi penganekaragaman konsumsi pangan sekaligus kampanye Stop Boros Pangan di SD Inpres Masigi, Jumat (4/9/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan edukasi ketahanan pangan dan pola konsumsi sehat perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan sekolah.

Menurutnya, kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong itu menjadi langkah awal pemerintah daerah menyasar peserta didik mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Baca lainnya :  Pameran Fotografi GSMS Tampilkan Kekayaan Budaya di Festival Teluk Tomini 2025

“Kami membangun karakter anak didik agar memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, sekaligus tidak menyia-nyiakan makanan,” ujar Sofiana.

Ia mengingatkan siswa untuk mengurangi kebiasaan jajan berlebihan dan tidak membuang makanan yang masih layak dikonsumsi.

Sofiana juga mengajak siswa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dengan mengingatkan orang tua agar berbelanja pangan sesuai kebutuhan.

Baca lainnya :  Doakan Affan, Kapolres dan Ojol Parigi Moutong Laksanakan Salat Gaib Bersama

“Beli secukupnya, jangan sampai dibeli mahal tetapi tidak habis lalu dibuang. Penghematan dari konsumsi pangan ini sangat berpengaruh pada pemulihan ekonomi rumah tangga,” kata Sofiana.

Menurutnya, penghematan dari pola konsumsi pangan yang bijak dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk biaya pendidikan anak.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, kata Sofiana, juga dapat menjadi momentum membangun kebiasaan makan sehat sekaligus mengurangi sisa makanan.

Baca lainnya :  Tahanan Sakit, Polres Parimo Fasilitasi Pembantaran ke RSUD Anuntaloko

Ia meminta para guru turut menyisipkan edukasi pola hidup hemat dan gizi seimbang dalam proses pembelajaran.

Ia berharap edukasi tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman anak tentang makanan bergizi, tetapi juga mendorong mereka mengenal dan memanfaatkan pangan lokal dalam konsumsi sehari-hari.

Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, hemat, serta peduli terhadap pangan dan lingkungan, sejalan dengan visi pembangunan daerah yakni, “Membangun dari Desa.”

Example 728x90
Penulis: WadEditor: Wady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *