Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Wali Kota Palu Tekankan Sinergi Guru dan Keluarga Hadapi Ancaman Narkoba

×

Wali Kota Palu Tekankan Sinergi Guru dan Keluarga Hadapi Ancaman Narkoba

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid. (Foto : Aswadin/PusatWarta.id).

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi guru, dan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan yang mengancam generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan dampak perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan Hadianto saat ditemui usai menghadiri Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di salah satu hotel di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Hadianto, Konkerkab PGRI Parigi Moutong tidak sekadar menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum untuk menghasilkan rekomendasi yang terukur dan dapat menjadi bahan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan.

Baca lainnya :  Bupati Erwin Ajak Warga Jadi Pencipta Lapangan Kerja Lewat Program Berani Harmoni

“PGRI tidak bisa berdiri sendiri. Diharapkan hasil konferensi ini melahirkan rekomendasi terukur agar pemerintah daerah, sesuai kapasitas dan kemampuannya, dapat meng-cover kerja sama yang diharapkan,” ujar Hadianto.

Ia juga menegaskan bahwa upaya melindungi anak dari pengaruh negatif, termasuk narkoba, tidak dapat hanya dibebankan kepada guru dan sekolah.

Baca lainnya :  Pemkab Parimo Kirim 22 Mahasiswa Kuliah di Poltekesos Bandung, Siapkan Kader Sosial Masa Depan

Hadianto menyebut keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak karena sebagian besar proses pendidikan dan pembentukan nilai berlangsung di lingkungan rumah.

“Kalau kita bicara narkoba, itu tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab satu pihak. Guru di sekolah hanya memfasilitasi sekian persen saja dari proses pembelajaran sesungguhnya. Ruang utama pembentukan karakter anak itu ada di rumah, di dalam keluarga,” jelasnya.

Baca lainnya :  Dari Senam ke Ekspor, Januari Durian Parigi Moutong Tembus ke Tiongkok

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan ketika menghadapi persoalan sosial yang melibatkan anak dan generasi muda.

“Bukan berarti kita mencari siapa yang benar atau salah. Kondisi ini harus dipahami bersama agar tidak menjadi beban satu pihak saja, melainkan menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *