Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Penilaian Lomba PKK dan 3T, Camat Kasimbar Apresiasi Semangat Warga Ogodopi

×

Penilaian Lomba PKK dan 3T, Camat Kasimbar Apresiasi Semangat Warga Ogodopi

Sebarkan artikel ini
Tim III melakukan peninjauan dan penilaian di lokasi lomba “Aku Hatinya PKK” dan Gerakan 3T tingkat Kabupaten Parigi Moutong di Kecamatan Kasimbar.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Tim III melakukan peninjauan dan penilaian terhadap Lomba “Aku Hatinya PKK” dan Gerakan 3T tingkat Kabupaten Parigi Moutong yang diwakili oleh Desa Ogodopi, Kecamatan Kasimbar, Sulawesi Tengah.

Kehadiran tim ini disambut hangat oleh PKK Desa Ogodopi dan Pemerintah Desa setempat.

Mereka didampingi oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Kasimbar Masita Endang Balosi, S.Ag, Ketua TP-PKK Desa Ogodopi, Camat Kasimbar Aswar H. Daeng Mangudju, SE, Kapolsek Kasimbar, serta Danramil Kasimbar.

Lomba “Aku Hatinya PKK” dan Gerakan 3T (Tanam Cabe, Tanam Obat Keluarga/Toga, dan Tanam Parigata) berfokus pada kerapian, kebersihan, dan pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan.

Program ini merupakan inisiatif TP-PKK untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah guna menanam sayur-sayuran dan tanaman obat keluarga, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga yang berkelanjutan.

Baca lainnya :  CS RSUD Anuntaloko Parigi Tuntut Kepastian Kerja, FSPMI Jadwalkan Audiensi dengan Bupati

Dalam lomba kali ini, sepuluh rumah warga dijadikan sebagai sampel untuk dinilai.

Camat Kasimbar Aswar H. Daeng Mangudju, SE dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Desa Ogodopi, seluruh perangkat desa, serta masyarakatnya atas kerja keras dan antusiasme luar biasa menyambut lomba ini.

“Selama 11 tahun saya menjabat sebagai Camat, lomba ‘Aku Hatinya PKK’ dan Gerakan 3T tahun ini sangat luar biasa. Penampilan Desa Ogodopi sungguh terbaik,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak ditetapkannya SK Camat yang menetapkan Desa Ogodopi sebagai pemenang lomba desa tingkat kecamatan.

Kata dia, seluruh rangkaian kegiatan telah digelar dan terus dipersiapkan hingga akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah lomba tingkat kabupaten.

Aswar juga menambahkan bahwa masyarakat Kasimbar hidup dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati dalam keberagaman suku dan budaya.

“Kecamatan Kasimbar mencerminkan miniatur Indonesia, dan itu menjadi kekuatan kami,” ungkapnya.

Baca lainnya :  Bimtek Komunitas Literasi di Parigi Moutong Resmi Ditutup, Diharapkan Jadi Proyek Percontohan

Ia berharap bahwa semua persiapan dan kerja keras yang dilakukan akan membuahkan hasil dan membawa Ogodopi sebagai juara di tingkat kabupaten.

Ketua Tim III, Nurhidaya Rahma, SP, M.Si, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Lomba “Aku Hatinya PKK” dan Gerakan 3T di Desa Ogodopi sangat baik.

“Gerakan 3T terdiri dari Tanam Cabe, Tanam Obat Keluarga (Toga), dan Tanam Parigata. Ini sesuai dengan edaran Pj Bupati sebagai respons atas tingginya harga cabe yang pada 2024 sempat mencapai Rp100.000 per kilogram di Moutong,” jelasnya.

Nurhidaya juga menyebut bahwa Kabupaten Parigi Moutong pernah dilirik oleh Gorontalo untuk kerja sama pasokan cabe, yang menunjukkan potensi besar wilayah ini dalam mendukung stabilitas harga pangan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menanam Toga di halaman rumah sebagai solusi pertama ketika keluarga mengalami gejala ringan sebelum ke fasilitas kesehatan.

Baca lainnya :  BMKG Edukasi Warga Parimo Soal Risiko Gempa dan Pentingnya Kesiapsiagaan

Sementara Parigata, sebagai ikon bunga khas Kabupaten Parigi Moutong, juga didorong untuk ditanam sebagai simbol identitas daerah.

Menurutnya, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari evaluasi sejauh mana program-program PKK terlaksana hingga ke tingkat rumah tangga.

“PKK adalah satu-satunya organisasi yang ada mulai dari tingkat pusat hingga rumah tangga. Ini adalah kekuatan yang luar biasa, dan melalui lomba ini kita mengukur sejauh mana gerakan itu benar-benar berjalan,” kata dia.

Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan harus memperhatikan kebutuhan gizi keluarga.

“Empat orang dalam satu rumah butuh konsumsi berbeda, tergantung usia dan jenis kelamin. Maka jenis dan jumlah tanaman juga harus menyesuaikan,” ujarnya.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *