
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat peningkatan signifikan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Hingga akhir Januari 2026, jumlah kejadian karhutla tercatat mencapai sekitar 20 kasus.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan bahwa sejak awal Januari hingga 31 Januari 2026, pihaknya telah menangani sedikitnya 15 kejadian kebakaran lahan. Jumlah tersebut terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam satu hari bisa terjadi hingga lima kejadian. Bahkan ada lahan yang terbakar sampai tiga kali di lokasi yang sama,” ujar Rivai, di Parigi, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan pertanian milik warga, terutama di wilayah perbukitan. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu pemicu utama terjadinya karhutla.
Kata dia, pihaknya bersama aparat TNI-Polri dan pemerintah kecamatan terus melakukan patroli lapangan serta koordinasi intensif untuk menekan angka kebakaran.
“Hari ini kami juga akan turun langsung ke lapangan, berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan unsur terkait untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal,” jelasnya.
Rivai menegaskan, pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sebagai langkah antisipasi, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang sangat kering dan rawan kebakaran.
Penulis Berita : Wad
Editor : Wady
















