
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID– Pelaksanaan program bantuan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih sangat bergantung pada kebijakan masing-masing lembaga, baik negeri maupun swasta.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menyebut fleksibilitas tersebut memengaruhi optimalisasi program, khususnya dalam penyediaan makanan tambahan bagi anak didik.
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud Parigi Moutong, Dahniar, mengatakan untuk PAUD swasta, penyediaan makanan tambahan umumnya ditentukan oleh yayasan yang menaungi lembaga tersebut.
“Untuk PAUD swasta, kebijakan terkait makanan tambahan biasanya ditentukan oleh yayasan masing-masing,” ujarnya kepada wartawan, di Parigi, belum lama ini.
Ia menjelaskan, baik PAUD negeri maupun swasta sebenarnya dapat memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Dana tersebut diperbolehkan digunakan untuk PMT, namun pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kebijakan lembaga masing-masing,” jelas Dahniar.
Selain program makanan kata dia, pemerintah pusat juga akan menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang PAUD pada tahun ini.
Bantuan ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Namun, penyaluran bantuan tersebut bergantung pada akurasi data yang diinput melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurut Dahniar, operator sekolah memiliki peran krusial dalam memastikan data siswa penerima bantuan, seperti dari keluarga PKH atau pemegang KIP, tercatat dengan benar.
“Jika data tidak akurat, maka potensi bantuan tidak bisa tersalurkan secara maksimal,” ujarnya.
















