
Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memutuskan menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di seluruh jenjang.
Seperti, TK/PAUD, SD, dan SMP pada Rabu (17/6/2026). Ini dilakukan sebagai langkah mitigasi pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.
Keputusan tersebut diambil untuk memastikan keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di tengah masih terjadinya gempa susulan yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam situasi kebencanaan.
“Kami memilih langkah pencegahan dengan meliburkan siswa selama satu hari sambil memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Bupati Parigi Moutong.
Menurutnya, seluruh satuan pendidikan diminta tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Selain itu, Disdikbud menginstruksikan para korwil pendidikan, pengawas sekolah, dan kepala sekolah untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta aparat TNI dan Polri guna memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman.
Disdikbud juga akan terus memantau informasi resmi dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.
Jika situasi dinyatakan aman dan tidak ada gempa susulan yang membahayakan, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026).
Sunarti mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada serta mengutamakan keselamatan anak-anak di tengah kondisi yang masih berkembang.
“Jika hingga besok tidak ada gempa lagi, Insya Allah seluruh siswa kembali masuk sekolah pada hari Kamis dan seterusnya,” ujarnya.
















