Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Disdikbud Parigi Moutong Dorong Pemerataan Mutu Lewat Program Sister School

×

Disdikbud Parigi Moutong Dorong Pemerataan Mutu Lewat Program Sister School

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Kepala Sekolah di Parigi Moutong saat mengikuti peningkatan kompetensi literasi digital tahun 2026 di Aula Disdikbud setempat, Senin (27/4/2026). Foto – Istimewa.

Parigi Moutong, PUSATWARTA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terus mendorong pemerataan mutu pendidikan dasar melalui berbagai strategi, salah satunya program “sister school” antar Sekolah Dasar (SD).

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Farid, menjelaskan bahwa kesenjangan mutu pendidikan masih terjadi, terutama antara sekolah yang dianggap favorit di wilayah perkotaan dan sekolah di daerah lainnya.

Baca lainnya :  SMPN Model Toniasa Parigi Gelar Panen Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

“Selama ini ada stigma sekolah favorit, biasanya berada di kota. Ini yang ingin kita evaluasi, karena semua sekolah seharusnya memiliki kualitas yang merata,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari total sekolah dasar, terdapat 47 sekolah yang menjadi fokus peningkatan mutu, dengan 11 sekolah dijadikan sebagai sekolah inti yang akan membina sekolah lainnya melalui skema sister school.

Baca lainnya :  Bupati Parigi Moutong Dorong Revitalisasi Pendidikan

“Sekolah-sekolah ini akan saling berbagi praktik baik, terutama dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa yang masih rendah,” jelas Farid.

Menurutnya, rendahnya capaian literasi dan numerasi tidak selalu disebabkan oleh ketidakmampuan siswa, melainkan juga metode pembelajaran yang belum optimal.

Pihaknya menargetkan dalam lima tahun ke depan kualitas pendidikan di Parigi Moutong dapat meningkat secara merata berdasarkan data rapor pendidikan.

Baca lainnya :  Disdikbud Parigi Moutong Siap Terapkan TKA, Siswa Kelas VI dan IX Jadi Peserta Wajib

“Data rapor pendidikan menjadi dasar evaluasi. Dari situ kita bisa melihat posisi masing-masing sekolah dan menentukan langkah intervensi yang tepat,” kata Farid.

Ia berharap peran guru dan kepala sekolah sebagai ujung tombak pendidikan dapat terus diperkuat demi mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong.

Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *